Senja, Malam, Hujan, Pagi, dan Siang dan Garis Tangannya

Senja cemburu pada malam berbintang-bintang

Malam berbintang-bintang jadi bahan berbincang-bincang

Hujan cemburu pada senja

Senja dijaga-jaga dan dimanja-manja

Hujan cemburu pada hujan

Hujan di malam tanpa bintang dan bincang, 

cemburu pada hujan di pagi, siang, dan petang, 

Walau basah dan menyamarkan air mata, menjanjikan pelangi di cakrawala, 

Sedang hujan saat gulita, 

Tersedu-sedan sendirian tanpa kawan untuk berbincang, 

tanpa bintang dan tanpa warna-warni sambil meradang

Sungguh perasaan-perasaan cemburu itu tiada ujung

Benar-benar akan jadi sakit yang panjang

Beruntunglah jiwa-jiwa berdada lapang

Karena bahagia butuh ruang untuk datang


Komentar

  1. Puisi ini kutulis sekitar tahun 2020 atau 2021. Saat itu aku sangat menikmati mencari inspirasi untuk sekedar menghasilkan satu buah puisi. Beberapa puisi yang kutulis saat hasrat puitisku membara saat itu mungkin akan kurilis juga selanjutnya di blog ini.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer